Menggairahkan Pembelajaran dengan Game Based Learning

Seriring dengan perkembangan zaman terutama pada bidang teknologi tidak menjadi penghalang bagi dunia pendidikan, mengapa harus tertinggal ? Banyak terobosan untuk mendobrak monotonin kelas dalam pembelajran menggunakann cara modern dengan hasil yang memukau. salah satu metode yang telah mengukir jejak baru di dunia pendidikan yakni Game Based Learning.

Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dapat melalui Game Based Learning yang merupakan strategi pembelajarahn yang menggunakan unsur permainan untuk meningkatakn keterlibatan dan efektivitas pembelajaran. Dalam Konteks Game Based Learning, konsep permainan seperti tantangan, kompetisi, imbalan, dan interaksi digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menggairahkan dan bersemangat. Siswa terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang memerlukan pemikiran kritis, kerja tim, dan kreativitas, seolah mereka sedang bermain sebuah permainan.

Dalam konteks ini, permainan dapat berupa permainan komputer, permainan papan, dan aktivitas fisik yang dirancang dengan tujuan. Tujuan Utama dari GAme Based Learning adalah menigkatkan kualitas pembelajaran dengan menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, menarik, dan relevan.

MAIN DOANG MANA BISA DAPET ILMU ???

Tentu saja bisa. Banyak orang yang memandang sebelah mata akan adanya game untuk media pembelajaran. Justru pada nyatanya belajar dengan game dapat lebih efektf dan efisien serta membantu ,enjadi lebih bahagia dan mengurangi tekanan yang akan terjadi akibat terlalu fokus belajar. Mari kita simak sedikit info yang ada di bawah untuk dapat mengetahui apasih pentingnya dan bagaimana pengaplikasian Game Based Learning.

Pentingnya Game Based Learning

Acuh terhadap pendidikan tidak lagi menjadi sesuatu yang terlihat penting dan serius. Namun, pada kenyataannya pendidikan masih menjadi patokan utama bagi banyak orang untuk dapat menjalani hidup kedepannya. Dengan adanya Game-Based Learning ini dapat mendukung dan meningkatkan minat sesorang untuk belajar banyak hal karena pembawaannya yang lebih fun. Beberapa peran penting Game Based Learning dalam dunia pendidikan antara lain :

  1. Meningkatkan keterlibatan dengan mendorong partisipasi aktif siswa.
  2. Peningkatan retensi informasi yang memicu pemikiran kritis dan analisis.
  3. Pengembangan keterampilan seperti keterampilan akademis, kerja tim, kepemimpinan dan kerjasama.
  4. Pembelajaran aktif dengan menerapkan konsep strategi guna memperdalam pemahaman.
  5. Pembelajaran Kolaboratif dapat mendorong siswa untuk kerja sama, berkomunikasi, dan memecahkan masalah bersama.

Dengan direalisasikannya Game Based Learning juga dapat membantu psikologis tetap sehat dan seimbang. Pembawaannya yang fun secara tidak langsung dapat merefresh otak serta mood menjadi lebih baik dan membentuk hidup yang lebih bergairah.

Pengaplikasian Game Based Learning

Pengaplikasian Game Based Learning dapat dilakukan dalam berbagai aspek. Baik pendidikan ataupun bisnis. Salah satu strat up yang mendukung terealisasinya Game-Based Learning yakni Let’s Play. Let’s Play adalah sebuah perusahaan yang berfokus pada pengembangan dan implementasi solusi pembelajaran inovatif, terutama dengan menggunakan pendekatan Game Based Learning. Perusahaan ini memahami potensi yang dimiliki oleh penggabungan unsur permainan dengan pembelajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan efektif. 

Yang Let’s Play lakukan untuk mendukung Game Based Learning antara lain :

  1. Pengembangan Platform Game Based Learning : Let’s Play dapat mengembangkan platform pembelajaran berbasis permainan yang dirancang khusus untuk memfasilitasi Game Based Learning. Platform ini dapat berisi berbagai jenis permainan yang dirancang untuk menyampaikan konsep pembelajaran dalam cara yang menarik dan interaktif.
  2. Kurikulum yang di desain Khusus : Let’s Play dapat merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan klien atau institusi pendidikan. Kurikulum ini akan mengintegrasikan elemen permainan untuk memastikan pembelajaran lebih menarik dan berkolaborasi dengan pendekatan pembelajaran tradisional.
  3. Pembuatan Simulasi dan Skenario : Let’s Play dapat menciptakan simulasi dan skenario berbasis permainan yang mencerminkan situasi dunia nyata.
  4. Pengukuran dan Evaluasi Kinerja : Let’s Play dapat menyediakan media  untuk mengukur kinerja siswa atau peserta pelatihan dalam lingkungan Game Based Learning, guna mengidentifikasi perkembangan individu.
  5. Pelatihan dan Dukungan :  Let’s Play dapat memberikan pelatihan kepada para pendidik atau pelatih dalam menggunakan platform atau alat Game Based Learning. 
  6. Penyesuaian Berdasarkan Umpan Balik : Let’s Play terus memastikan pembelajaran tetap relevan, menarik dan interaktif dengan mengembangkan solusi Game Based Learning dengan baik.

Dengan sinergi antara Game Based Learning dan perusahaan Let’s Play, pendidikan dan pelatihan dapat lebih dinamis, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Let’s Play membuka jalan untuk pemanfaatan teknologi dalam menciptakan lingkungan belajar yang merangsang, serta mengoptimalkan potensi pengembangan individu dalam cara yang menghibur dan interaktif.

Pelatihan Metode Belajar Bagi Guru SMA Se-Malang Raya

Jagoan Indonesia Menggandeng Let’s Play Indonesia dan mengundang guru-guru SMA Se-Malang Raya untuk mengikuti pelatihan metode belajar yang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan adalah pilar utama dalam membangun masyarakat yang berkualitas. Di balik kesuksesan siswa dalam pendidikan, terdapat peran guru yang tak ternilai. Guru SMA memiliki tanggung jawab penting dalam membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan yang mereka butuhkan untuk masa depan yang sukses. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru perlu terus berkembang dan memperbarui metode pengajaran mereka. Dalam Pelatihan ini, metode belajar dengan menggunakan media boardgame menjadi semakin populer di kalangan guru SMA di sekitar Malang Raya dengan di Mentori Oleh Kak Arif Bawono Surya dari LetsPlay Indonesia.

Business Craft dan Pesona
Pada pelatihan kali ini, boardgame yang digunakan yakni Business Craft dan Pesona. Dipilihnya 2 boardgame ini tidak dengan tanpa tujuan, melainkan karena menyesuiakan salah satu tujuan pelatihan guru-guru SMA dengan konsentrasi ekonomi untuk lebih memperdalam pengetahuan dengan simulasi bisnis.

Dalam Game Business Craft para guru dapat dengan mudah untuk memahami basic strategi marketing pada bisnis guna diterapkan dalam dunia nyata. Implementasi yang didapat dari boardgame. Ini membuat guru-guru lebih awas dengan persaingan usaha dan lebih jeli dalam meriset para pelanggan. Dalam permainan ini tentu tidak luput dari arahan dan penjelasan fasilitator yang diberikan oleh pihak letsplay untuk dapat memandu jalannya permainan. Sedangkan untuk Pesona, setiap pemain berperan dalam membangun negri yang berawal dari kontribusi warga sekitar, seperti membayar pajak. Semakin peduli pada Negri, semakin banyak pula fasilitas yang akan dibangun.

Penutup
Pelatihan metode belajar dengan media boardgame adalah langkah yang positif dalam transformasi pendidikan di Malang Raya. Guru SMA yang terlibat dalam pelatihan ini mendapatkan keterampilan dan alat yang mereka butuhkan untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan efektif. Dengan menggunakan boardgame, mereka dapat membantu siswa mereka untuk berpartisipasi lebih aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pendidikan di Malang Raya terus berkembang ke arah yang lebih baik, menciptakan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

Bagaimana keseruan sesi kali ini? Tonton vidio dibawah inii!!

“ACTIVE LISTENING AND MAINFULNESS: A DUAL APPROACH TO SUICIDE PREVENTION” Amcor UMM Bersama Let’s Play Indonesia

Pada tanggal 15 Agustus yang lalu, LetsPlay Indonesia dan American Corner bergandengan tangan untuk menyelenggarakan seminar yang sangat berarti dalam upaya pencegahan bunuh diri. Seminar ini, yang bertajuk “ACTIVE LISTENING DAN MAINFULNESS: A Dual Approach to Suicide Prevention” merupakan wadah bagi para peserta untuk menjelajahi dua pendekatan inovatif dalam pencegahan bunuh diri. Dalam usaha untuk mengatasi isu yang semakin mendesak, LetsPlay Indonesia dan Amcor UMM bergandengan tangan dalam kolaborasi daring yang luar biasa melalui platform Zoom dengan fokus utama pada kesehatan mental. Dalam seri webinar Mental Health yang mereka selenggarakan, keduanya telah berusaha untuk memberikan wawasan, dukungan, dan solusi untuk memahami dan mengatasi tantangan terkait kesehatan mental.

Sesi Webinar

Amcor UMM mengundang Dr. Emir, seorang ahli dalam bidang kesehatan mental, membuka seminar dengan penjelasan tentang pendekatan inovatif yang telah ia gunakan untuk mengintegrasikan permainan dalam pembelajaran. Ia menyoroti pentingnya “Active Listening” dan bagaimana penggunaannya dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi individu yang mungkin berjuang dengan pemikiran bunuh diri.

Kak Arif, seorang praktisi berpengalaman dalam Game Based Learning, “Mainfulness,” mengikuti dengan pemaparan tentang bagaimana pemanfaatan Game Based Learning khususnya Lego Serious Play dapat digunakan untuk mengelola stres, kecemasan, dan pemikiran negatif yang dapat memicu pemikiran bunuh diri. Ia memandu peserta dalam latihan-latihan sederhana yang menunjukkan kekuatan “Mainfulness.”

Salah satu sorotan utama dari seminar ini adalah penggunaan metode Lego Serious Play dalam konteks kesehatan mental. Peserta diberikan kesempatan untuk menggunakan lego untuk merepresentasikan pemikiran, emosi, dan pengalaman mereka. Ini memberi mereka cara kreatif untuk mengekspresikan diri dan berbagi pengalaman mereka dengan para peserta lainnya.

Let’s Play Indonesia, Startup Asal Malang yang Go International

Kota Malang, merupakan salah satu kawasan ekonomi kreatif. Tak heran, di daerah tersebut banyak bermunculan startup.Salah satunya, yakni Let’s Play Indonesia, yang merupakan platform edukasi bisnis dengan menggunakan game, baik boardgame sebagai media pembelajaran.

Belakangan, perusahaan rintisan (startup) di tanah air terus berkembang. Apalagi, di era digitalisasi seperti saat ini. Kota Malang, merupakan salah satu kawasan ekonomi kreatif. Tak heran, di daerah tersebut banyak bermunculan startup. Salah satunya, yakni Let’s Play Indonesia, yang merupakan platform edukasi bisnis dengan menggunakan game, baik boardgame maupun online sebagai media pembelajaran. Startup yang bergerak di bidang edukasi tersebut didirikan sejak tahun 2019.

“Kami bermula dari training center yang mengajak UMKM, corporate maupun startup yang ingin belajar bisnis melalui simulasi atau game,”
— Arif Bawono Surya, Head of Creative and Product Development

Partisipasi Let’s Play

Let’s Play Indonesia juga diundang oleh Bank Indonesia untuk mendatangi Festival Keuangan Digital dalam ajang G20. Di tahun 2023 ini Letsplay Indonesia juga berpartisipasi dalam event Internasional di Kuala Lumpur yaitu YSEALI Game Changers. Di event ini Letsplay Indonesia diwakili oleh Istivano selama 5 hari belajar tentang membuat game yang memiliki impact sosial.

“Ternyata, banyak pihak yang support game menjadi bagian dari industri kreatif di dunia. Sebab, industri ini pasarnya lumayan besar,” kata dia.Ke depan, Arif berharap, Let’s Play Indonesia bisa membantu mengembangkan industri game di tanah air.“Kami akan menggandeng teman-teman designer game juga, agar industri ini bsia terus tumbuh,” pungkas dia.

Penutup

Let’s Play Indonesia adalah organisasi yang berkomitmen untuk memberikan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan interaktif melalui game edukasi atau yang biasa dikenal sebagai Game Based Learning. Mereka percaya bahwa game edukasi adalah cara efektif untuk melibatkan siswa dan membantu mereka mengembangkan keterampilan yang diperlukan di abad ke-21.

Meningkatkan Komunikasi Tim Fin Komodo melalui Board Game

Tim Fin Komodo, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, baru-baru ini mengadakan sesi “Upgrading Tim” yang menarik bersama Letsplay Indonesia. Sesi ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi antar anggota tim mereka, dan mereka memilih pendekatan yang tidak konvensional dengan memanfaatkan board game Decorum. Pada era bisnis yang semakin kompleks dan dinamis seperti sekarang, komunikasi yang efektif dalam tim menjadi sangat penting. Tim yang mampu berkomunikasi dengan baik cenderung lebih produktif, inovatif, dan mampu mengatasi tantangan dengan lebih baik. Untuk mencapai tingkat komunikasi yang lebih baik dalam tim, ada berbagai cara yang dapat digunakan. Salah satu pendekatan yang dilakukan oleh Fin Komodo Bersama Letsplay Indonesia menggunakan board game Decorum dalam meningkatkan komunikasi internal mereka dan mencapai hasil yang lebih baik dalam pekerjaan mereka.

Sesi Bermain

Sesi dimulai dengan pengenalan board game Decorum, sebuah permainan yang dirancang khusus untuk melatih keterampilan komunikasi. Board Game Decorum adalah salah satu metode yang digunakan Letsplay Indonesia untuk meningkatkan komunikasi tim Fin Komodo, dan permainan ini membantu mereka memahami pentingnya mendengarkan dengan seksama, mengungkapkan ide-ide mereka secara jelas, dan membangun pemahaman tim yang lebih baik

Manfaat langsung dalam meningkatkan komunikasi tim dan pemecahan masalah, penggunaan Board Game Decorum juga telah meningkatkan semangat kerja tim Fin Komodo. Mereka merasa lebih termotivasi dan bersemangat untuk bekerja bersama dalam mencapai tujuan tim mereka. Ini juga memiliki dampak positif pada produktivitas dan hasil kerja tim secara keseluruhan.

Ingin melihat sendiri keseruan Sesi Upgrading Tim Fin Komodo? Tonton videonya dan saksikan serunya Sesi Upgrading Tim Fin Komodo.

Dukung Generasi Banyuwangi dengan Game Based Learning

Pemkab Banyuwangi telah menerapkan program inovatif dengan berkolaborasi bersama “Jagoan Indonesia,” yang bertujuan untuk memberdayakan generasi muda dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk sukses dalam dunia bisnis. Pada kolaborasi ini, jagoan Indonesia menggandeng Let’s PlayIndonesia dalam memberikan pelatihan game based learning kepada peserta program Jagoan Tani, Jagoan Digital, dan Jagoan Bisnis di Banyuwangi. Program Jagoan Bisnis adalah inisiatif dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang bertujuan untuk membimbing dan mengembangkan potensi kewirausahaan di kalangan generasi muda setempat. Di samping itu, Pemerintah Kabupaten juga mengenalkan dua program lainnya, yakni Jagoan Tani untuk mendukung pertanian dan Jagoan Digital untuk memajukan sektor teknologi informasi. Sebanyak 33 tim bakal berebut menjadi yang terbaik dan berhak mendapatkan hadiah ratusan juta rupiah sebagai stimulus modal usaha.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, sesi mentoring offline menjadi ajang bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman bisnis langsung dari para pebisnis sukses. Tahun ini sengaja dihadirkan pengusaha sukses lokal sebagai bukti nyata anak muda daerah juga bisa sukses berbisnis hingga ke kancah internasional.

Jagoan Indonesia menggandeng Let’s Play Indonesia hadir sebagai opsi pembelajaran bisnis berbasis Boardgame sebelum seseorang melaksanakannya secara nyata atau ril live. Boardgame kali ini yang dibawa oleh Let’s Play berjudul Piz squad. Piz squad adalah jenis permainan yang melibatkan pemetaan yang menjadikan entreprenur didalam kota aksi. Dalam permainan ini, selama 4 tahun, pemain bertugas untuk melakukan riset pasar, memasarkan produk, dan mengumpulkan cuan. Permainan Piz Squad dapat memiliki relevansi yang signifikan, tentunya di dalam dunia Bisnis. Mulai dari Pemetaan Lokasi Bisnis, Analisis pasar dan Pelanggan, analisis persaingan dan pesaing, Pelayanan Pelanggan, serta Ekspansi dan Perluasan.

“Kadang ketika karya atau produk kita belum diterima oleh pasar, kita jangan berhenti, karena sekarang ada sosial menjadi wadah yang cukup ampuh untuk menunjukkan eksistensi kita,”
— Tony, Yang pernah bekerjasama dengan Marvel Studio dan Universal Studio di America

Penutup

Let’s Play Indonesia membawa nilai tambah yang signifikan ke dalam program Jagoan Indonesia di Banyuwangi. Dengan fokus pada game based learning, mereka membantu generasi muda untuk memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk berhasil dalam dunia bisnis. Semoga kerjasama ini akan menghasilkan wirausaha muda yang unggul dan berinovasi di Banyuwangi dan menginspirasi generasi berikutnya untuk menggeluti dunia bisnis.

Saksikan keseruannya pada vidio dibawah ini.

Partisipasi Let’s Play Indonesia dalam DIGIFEST Bank Indonesia Malang

Let’s Play Indonesia, sebuah perusahaan yang dikenal karena inovasinya dalam pengembangan tim dan pelatihan, telah aktif berpartisipasi dalam DIGIFEST yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Malang di Gedung di Gedung Heritage KPPN, Malang. Acara ini adalah kesempatan luar biasa bagi peserta untuk merasakan perkembangan terbaru di dunia teknologi finansial, dan Let’s Play Indonesia hadir untuk berkontribusi dalam pengenalan literasi keuangan melalui boardgame.

Era digital adalah kekuatan tak terbantahkan yang telah mengubah lanskap bisnis secara global. Agar tetap kompetitif di era digital ini, para pengusaha dan bisnis harus merangkul platform digital. Mengakui kebutuhan akan perubahan ini, Bank Indonesia (BI) Malang telah menggelar acara Digifest Malang 2023, yang diadakan di gedung KPPN pada Sabtu dan Minggu, 29-30 Juli.

DIGIFEST Bank Indonesia Malang adalah acara tahunan yang menjadi wadah bagi perusahaan teknologi finansial dan inovator untuk berbagi ide, produk terbaru, dan wawasan tentang masa depan sektor keuangan. Tahun ini, Let’s Play Indonesia bergabung untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran literasi keuangan melalui media boardgame.

Digifest BI Malang dikemas dalam bentuk pameran UMKM unggulan dan digital dan capacity building diharapkan kedepannya dari Let’s Play Indonesia sendiri untuk memperluas akses pemasaran, pengembangan ekonomi yang inklusif dan hijau, serta perluasan ekonomi dan keuangan digital. Selain menggelar pameran untuk UMKM dan perusahaan rintisan (startup) berbasis digital, Digifest Malang 2023 juga menyelenggarakan klinik-klinik usaha dan sesi berbagi pengalaman yang mengundang Direktur Indiekraf.com yaitu Ziaelfikar Albaba, serta Founder Piknik Hub, Dias Satria.

Menurut Samsul Hadi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, kehadiran acara ini sangat signifikan karena belum semua UMKM memiliki pemahaman mendalam terkait teknologi digital. Bank Indonesia merasa perlu berperan aktif dalam konteks ini, menyadari peranan krusial UMKM sebagai pilar ekonomi khususnya di Malang.

“Dalam mendukung kemajuan Indonesia, kami berharap agar kesejahteraan masyarakat Indonesia semakin meningkat,” kata Destry. Upaya kolaboratif ini tidak hanya mempercepat pembangunan Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kesejahteraan warganya.

Selama pamera ini, 18 UMKM memamerkan produk unggulannya di gedung KPPN Malang, sementara 60 lainnya berpartisipasi dalam kegiatan pembinaan karakter. Dukungan dari pemerintah kota Malang, termasuk pendirian Malang Creative Center (MCC) sebagai pusat bagi para pemuda kreatif untuk mengembangkan ekonomi kreatif kota, turut mendorong pertumbuhan industri kreatif di Malang.

Bagaimana keseruannya saksikan pada video berikut ini!

Kolaborasi Seru: Let’s Play, Jagoan, dan Pemprov Jatim

Dalam dunia yang terus berkembang, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan dan inovasi. Inilah yang terjadi dalam kolaborasi seru antara Letsplay Indonesia, Jagoan Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Tiga entitas ini bersatu untuk menghadirkan inovasi dan kreativitas yang luar biasa, menciptakan dampak positif dalam dunia hiburan, pengembangan potensi individu, dan dukungan terhadap pemerintahan daerah. Kolaborasi ini membawa konsep unik dalam pengembangan potensi individu melalui permainan dan aktivitas kreatif. Mereka tidak hanya menyediakan hiburan, tetapi juga merangkul misi untuk membantu setiap individu menemukan potensi terbaik mereka.

Para undangan termasuk tokoh-tokoh penting seperti Bapak Agung H Buana dari Dinas Pariwisata Kota Malang, Bapak Vicky Arief sebagai perwakilan dari ICCN Media, Bapak Ardiansyah Akbar, seorang pelaku industri kreatif, Bapak M. Ziaelfikar Alibaba, Dari Indiekraf, Bapak Doni dari Dewan Kesenian Kota Batu, serta perwakilan dari berbagai elemen lainnya. Yang membuat FGD ini benar-benar istimewa adalah penggunaan metode Lego Serious Play yang dipandu oleh Kak Arif Bawono Surya. Metode ini mengubah suasana FGD menjadi lebih interaktif, seru, dan memikat.

Kolaborasi antara Letsplay Indonesia, Jagoan Indonesia, dan Pemprov Jatim telah membuktikan bahwa melibatkan berbagai pemangku kepentingan dapat menciptakan sinergi yang menguntungkan bagi semua pihak. Mereka telah membuka pintu kreativitas, menginspirasi individu untuk mencapai potensi terbaik mereka, dan memberikan dukungan yang kuat bagi pengembangan industri kreatif di daerah tersebut.

Ingin melihat sendiri keseruan FGD ini? Tonton videonya dan saksikan kolaborasi seru antara Letsplay Indonesia, Jagoan Indonesia, dan Pemprov Jatim dalam menjadikan FGD lebih bermakna dan menghibur.

Let’s Studio Melaju ke Fase Inkubasi GameSeed

Divisi game digital Letsplay Indonesia, Lets Studio, dengan gembira mengumumkan bahwa game mobile buatan Lets Studio yaitu  “Playland: Hidden Gems” telah terpilih sebagai salah satu dari 20 finalis teratas dalam kompetisi nasional Game Seed yang bergengsi, mewakili Kota Malang.

Divisi game digital Letsplay Indonesia, Lets Studio, dengan gembira mengumumkan bahwa game mobile buatan Lets Studio yaitu  “Playland: Hidden Gems” telah terpilih sebagai salah satu dari 20 finalis teratas dalam kompetisi nasional Game Seed yang bergengsi, mewakili Kota Malang.

“Playland: Hidden Gems” adalah game mobile yang memungkinkan pemain untuk berperan sebagai turis yang mengumpulkan oleh-oleh dari berbagai destinasi wisata. Melalui platform yang menarik ini, game ini mempromosikan pemahaman dan apresiasi akan keberagaman budaya yang kaya dan ciri khas dari tempat-tempat wisata baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Pencapaian ini dimungkinkan oleh tim berbakat di Lets Studio, yang merupakan bagian dari Letsplay Indonesia. Tim ini melibatkan Istivano sebagai Game Designer dan Project Manager, Linggar, Lena, dan Killa dari Universitas Binus sebagai ilustrator, dan Sandy (lulusan Universitas Negeri Malang) sebagai Programmer.

Selain “Playland: Hidden Gems”, Lets Studio juga mendapat pengakuan untuk game lainnya yang berjudul “Pochibi,” yang menerima Honorable Mention di Game Seed 2023. Yang mengesankan, “Pochibi” dikembangkan dalam tiga hari oleh tim Lets Studio, yang meliputi Istivano sebagai Game Designer dan Project Manager, Dwiki dari Universitas ASIA Malang sebagai Programmer, dan Wawan, Vivi, serta Dafa dari Universitas Negeri Malang.

Game Seed adalah inisiatif kolaboratif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Asosiasi Game Indonesia, Indie Games Group Indonesia, dan Google. Misi dari program ini adalah untuk mendirikan sepuluh studio game berkelanjutan setiap tahunnya di Indonesia, dengan fokus pada produk game mobile. Game Seed bertujuan untuk mendidik pengembang tentang cara membangun bisnis game mobile yang menguntungkan dan berkelanjutan.

Game Seed terdiri dari lima fase:

  1. Registrasi (4 Maret hingga roadshow Game Seed terakhir pada Mei).
  2. Roadshow di lima kota: Bandung, Surabaya, Batam, Balikpapan, dan Solo.
  3. Pengumpulan dan seleksi game untuk inkubasi.
  4. Fase inkubasi di mana mentor membantu peserta dalam meningkatkan game mereka berdasarkan data yang telah dikumpulkan.
  5. Grand Final di mana peserta mempresentasikan game mereka kepada juri yang merupakan perwakilan dari penerbit game.

Letsplay Indonesia, melalui Lets Studio, bercita-cita untuk memberikan kontribusi positif bagi industri game Indonesia dan komunitas global yang lebih luas, dan berkomitmen untuk tetap produktif dan menciptakan game yang memenuhi kebutuhan pasar. Pengakuan yang diterima dari Game Seed adalah bukti dedikasi dan kreativitas seluruh tim Lets Studio.

Let’s Play Indonesia Gelar Game Lab di Blitar

Salah satu fokus utama dalam sesi Game Lab Program adalah memberikan keterampilan kepada para guru dalam membuat game edukasi sederhana. Para peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari lima orang. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk merancang dan membuat game edukatif dengan menggunakan prinsip-prinsip yang telah diajarkan selama sesi.

Pada tanggal 16 Mei 2023, Letsplay Indonesia, sebuah organisasi yang fokus pada pengembangan game edukatif, mengadakan Game Lab Program di Kota Blitar. Acara ini dihadiri oleh sekitar 70 guru dari tingkat TK hingga SMP di Kota Blitar yang tertarik untuk mempelajari penggunaan game sebagai media edukasi yang efektif. Letsplay Indonesia diwakili oleh Arif Bawono Surya, Head of Innovation & Product Development Letsplay Indonesia, yang bertugas untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan game sebagai alat pembelajaran.

Dalam sesi Game Lab Program tersebut, para guru diberikan pemahaman mendalam tentang konsep dan potensi penggunaan game sebagai sarana edukasi yang interaktif dan menarik. Arif Bawono Surya secara aktif terlibat dalam memberikan panduan dan contoh praktis kepada peserta tentang bagaimana mengintegrasikan materi pembelajaran dengan elemen game dalam kelas mereka. Melalui pendekatan yang inovatif ini, diharapkan para guru dapat meningkatkan daya tarik dan efektivitas pembelajaran bagi siswa.

Salah satu fokus utama dalam sesi Game Lab Program adalah memberikan keterampilan kepada para guru dalam membuat game edukasi sederhana. Arif Bawono Surya mengajarkan peserta tentang penggunaan game ular tangga sebagai inspirasi dalam menciptakan game edukatif yang menarik dan bermanfaat. Para peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari lima orang. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk merancang dan membuat game edukatif dengan menggunakan prinsip-prinsip yang telah diajarkan selama sesi.

Setelah proses pembuatan game selesai, dilakukan sesi sharing di mana setiap kelompok mempresentasikan game yang telah mereka buat. Para peserta saling berbagi pengalaman dan diskusi tentang pendekatan yang mereka gunakan, tantangan yang dihadapi, serta hasil yang berhasil mereka capai. Proses ini tidak hanya memperkaya pengetahuan peserta, tetapi juga membangun koneksi dan kolaborasi antar guru yang memiliki minat yang sama dalam mengembangkan game edukatif.

Game Lab Program yang diadakan oleh Letsplay Indonesia di Kota Blitar ini merupakan langkah positif dalam memperluas pemahaman dan penerapan game sebagai media edukasi. Melalui kolaborasi antara organisasi seperti Letsplay Indonesia dan pihak pendidikan, diharapkan dapat tercipta lingkungan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan efektif bagi para siswa. Dengan memanfaatkan teknologi dan kreativitas dalam pengembangan game edukatif, pendidikan di Indonesia dapat mengikuti perkembangan zaman dan memenuhi kebutuhan pembelajaran yang lebih relevan dan menarik bagi generasi muda.

Letsplay Indonesia adalah organisasi yang berkomitmen untuk memberikan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan interaktif melalui game edukasi atau yang biasa dikenal sebagai Game Based Learning. Mereka percaya bahwa game edukasi adalah cara efektif untuk melibatkan siswa dan membantu mereka mengembangkan keterampilan yang diperlukan di abad ke-21.